Sabtu, 07 April 2012

MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA


A.  MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA

Banyak faktor yang menyebabkan Indonesia menjadi Negara yang mudah dikenal oleh bangsa-bangsa lai, khususnya oleh bangsa-bangsa sejak dahulu kala senang melakukan pengembangan pelayanan dan perdagangan.
Diantara faktor-faktor tearsebut adalah :
1.    Faktor letak Geografis yang strategis
2.    Factor geologisnya yang terletak pada daerah goyah berganda
3.    Factor kesuburan tanahnya yang mampu menghasilkan keperluan hidup yang dibutuhkan oleh bangsa-bangsa lain.
4.    Faktor angin barat yang berhembus deari afrika selatan dengan kibaran layar perahunya yang sangat primitif.
Ada dua pendapat tentang masuknya Islam ke indonesia, yaitu :
1.    Pendapat Lama
pendapat lama bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-13
2.    Pendapat Baru
Mengatakan bahwa Islam masuk pertama kali ke Indonesia pada abad ke-17 dengan alasan sebagai berikut :
a.    H. Agus Salim
Pedagang Arab Islam dengan Tiongkok telah ramai sejak abad ke-7. Bahkan pada abad ke-9 tidak ada kapal bangsa asing lain yang melayari lautan selain bangsa Islam.
b.    Zainal Arifin Abbas
Pada tahun 684 M (abad ke-7) seorang pemimpin Arab Islam datang ke Tiongkok.
c.    Hamka (Haji Abdul Malik Karim Amarullah)
Islam masuk ke Indonesia sejak abad ke-7. Sebagai bukti telah dipegangnya perairan kita terutama selat Malaka oleh orang-orang Arab Islam sejak lama.
d.   Beberapa pendapat lain meandukung pendapat baru
Beberapa sejarawan dan sarjana Islam yang turut mendukung pendapat baru diantaranya ialah Sayed Alwi bin Tahir Al-Hadud Mufti kerajaan Johor Malaysia
e.    Dukungan sejarawan Barat terhadap pendapat baru
Adapun sejarawan barat yang mendukung pendapat baru antara lain :
1.      Van Leur dalam bukunya Indonesia Trade and Society
2.      T. W. Arnold

Ada tiga pendapat dari kalangan sarjana dan sejarawan tentang persoalan Islam masuk pertama kali ke Indonesia :
1.    Islam pertama masuk ke Indonesia berasal dari India.
2.    Islam pertama masuk ke Indonesia berasal dari Persia, pendapat ini dikemukakan oleh Prof. Dr. P. A. Husein Djayadiningrat.
3.    Islam pertama masuk ke Indonesia berasal dari Arab. Pendapat ini dikemukakan oleh Hamka dan pidato Dies Natalis PTAIN VIII tahun 1959 di Yogyakarta.

B.  ISLAMISASI DI INDONESIA PENGEMBANGAN DAN ADAPTASI

Islamisasi di Indonesia sebagai fase pengembangan dan proses adaptasi ditentukan oleh dua faktor yaitu :
1.    Faktor Intern
2.    Faktor Ekstern
Faktor ekstern meliputi kepribadian dari para mubaligh yang menyiarkan Islam kali di Indonesia itu sendiri.

Disamping faktor intern dan faktor ekstern, ada faktor lain yang sangat mendukung Islamisasi, adaptasi dan pengembangan Islam di Indonesia yaitu faktor Islam itu sendiri.


Adapun faktor ajaran ajaran tersebut sebagai berikut :
1.    Agama Islam memiliki ajaran yang tidak memberatkan
2.    Tugas dan kewajiban Islam hanya sedikit
3.    Islam mengajarkan kebijaksanaan dalam penyiaran
4.    Islam mengajarkan agar penyiaran dilakukandengan perkataan yang mudah dipahami oleh umum, dapat dimengerti oleh segala golongan.

C.  PERMULAAN PENDIDIKAN ISLAM DIDAERAH - DAERAH DI INDONESIA

1.    Tempat-tempat pendidikan
Pada zaman Iskandar Muda mahkota Alam Sultan Aceh awal abad ke-17, tanah Aceh menjadi serambi Mekah.
Sistem pendidikan di Aceh pada masa permulaan Islam masuk adalah sebagai berikut :
1.        Materi pendidikan dalam bidang syariat ialah Fiqih madhab Syafi’i
2.        Materi pendidikan Aqidah
3.        Materi pendidikan Tafsir
4.        Medium pendidikan berupa majelis taklim
5.        Buku-buku ditulis oleh ulama’ Aceh dalam bentuk nasehat
6.        Ulama’ merangkap sebagai tokoh masyarakat berperan sebagai pendidik
7.        Biaya pendidikan agama bersumber dari kerajaan.

2.    Surau-surau di Minangkabau
Menurut keterangan Prof. Mahmud Yunus, Islam sampai di Minangkabau melalui dua jurusan yaitu :
a.         Dari Malaka melalui sungai Siak dan Sungai Kampar, lalu menuju ke pusat Minangkabau
b.        Dari Aceh, melalui Tapaktuan,Singkel
Adapun hasil para ulama’ pertama melahirkan beberapa hal yang baru pada masyarakat Minangkabau, misalnya dikeluarkan aturan bahwa tiap-tiap negeri harus mempunyai 4 (empat) persyaratan yaitu:
1.    Masjid tempat Ibadah
2.    Balai adat, tempat musyawarah
3.    Air tepian tempat mandi
4.    Pasar, tempat jual beli

3.    Wali, Langgar, dan Tajug di Jawa
Kata wali berasal dari bahasa Arab waliyyun dan waliyyun berarti kekasih, sedangkan wali berarti penguasa.

4.    Sultan Zainul Abidin di Maluku
Islam masuk ke Maluku melalui para Mubalig dari Jawa sejak zaman Sunan Giri.



PENUTUP

A.  KESIMPULAN

Masuknya Islam ke Indonesia menyebabkan beberapa faktor diantaranya yaitu:
1.    Faktor terletak geografis yang strategis
2.    Faktor geologisnya yang terletak pada daerah goyah berganda
3.    Faktor kesuburan tanahnya yang mampu menghasilkan keperluan hidup yang dibutuhkan oleh bangsa-bangsa lain.
4.    Faktor angin barat yang menghembus dari Afrika Selatan dengan kebaran layar perahunya yang sangat primitif.

Islamisasi di Indonesia pengembangan dan adaptasinya mempunyai dua faktor yaitu Intern dan Ekstern.

TULANG KEROPOS, MENDETEKSI OA & OSTEOPOROSIS



Kedua istilah tersebut maupun gejala penyakitnya seringkali dicampuradukkan. Keduanya memang sama-sama mengacu pada penyakit tulang, sama-sama sering dijumpai pada kaum wanita usia > 50 tahun (atau post menopause) serta sama-sama merupakan penyakit menahun yang sulit untuk disembuhkan seperti sediakala. Lalu kalau pinggang atau lutut Anda sering sakit apakah itu gejala pengapuran atau tulang keropos, atau bisa jadi dua-duanya ?
Osteoarthritis (OA) atau dikenal sebagai pengapuran adalah suatu penyakit tulang yang menggambarkan kerusakan pada tulang rawan sendi, jadi karena proses kerusakannya di sini terjadi pada rawan sendi pastilah kelainan dan nyeri yang dijumpai umumnya terjadi pada sendi-sendi tubuh. Sesuai namanya, di sini terjadi penumpukan zat kapur atau kalsium pada lokasi tulang rawan yang merupakan engsel dari sendi kita. Jadi istilahnya persendian kita aus ditandai dengan rawannya yang rusak dan kemudian kerusakan itu secara alamiah ditutupi tubuh dengan menimbun kalsium di situ. Sialnya kalsium yang tertimbun itu merupakan zat yang keras, tidak seluwes si rawan sendi, dan juga bentuknya terkadang tajam-tajam tak beraturan sehingga yang terjadi kemudian adalah nyeri saat sendi digerakkan. Selain itu celah antar sendi menyempit sehingga membatasi gerakan sendi dan menimbulkan kekakuan.
Lain lagi ceritanya tentang osteoporosis atau dikenal sebagai tulang keropos atau kopong. Pada osteoporosis massa yang membentuk tulang sudah berkurang, sehingga tulang dapat dikatakan kopong. Struktur pengisi tulang antara lain berupa senyawa-senyawa kolagen disamping juga kalsium, berfungsi bagaikan semen cor-an nya tulang. Ketika massa ini menjadi berkurang maka tulang menjadi kurang padat sehingga tak kuat menahan benturan ringan sekalipun yang mengenainya, resikonya patah tulang gampang terjadi. Sebagai perbandingan, apabila saya terpeleset di kamar mandi dan pinggul saya menghantam lantai, mungkin yang terjadi kemudian adalah daerah sekitar situ bengkak dan sakit, namun tulangnya tak apa-apa karena massa tulang saya masih oke. Tapi jika yang mengalami hal itu adalah penderita osteoporosis, maka tak anyal lagi terjadi patah tulang setempat, dan hal itu dinamakan fraktur patologis.
Di luar dari mudahnya tulang yang keropos itu mengalami fraktur, tulang yang keropos hampir tak bergejala sama sekali, silent disease. Jadi jika dengkul maupun punggung Anda seringkali kaku dan nyeri, yang lebih rasional untuk dicurigai adalah si OA (pengapuran) bukannya si osteoporosis. Keduanya memang dekat dengan wanita usia post menopause dikarenakan proses metabolisme di tulang memang membutuhkan pengaruh dari hormone estrogen yang lazimnya menurun saat wanita post menopause. Selain itu OA (pengapuran) sendi dipicu pula dengan berbagai trauma menahun pada sendi tersebut seperti misalnya over use saat olahraga (misalnya banyak menimpa para pesenam) maupun jenis trauma minor sekalipun seperti sering nyeletek-nyeletekin jari. Trauma menahun pada sendi akan membuat rawannya mudah aus akibatnya akan terjadi penumpukan kalsium disana (osteofit).
Osteoporosis selain bergantung pada fungsi hormone estrogen juga ditengarai berkaitan dengan stok kalsium yang kurang pada tubuh, misalnya jarang minum susu. Namun yang penting untuk diketahui, puncak massa tulang kita sudah menurun saat kita mulai masuk usia kepala tiga, artinya kita harus sudah memulai menimbun kalsium sejak kita usia pertengahan untuk menjamin saat tua nanti tulang kita masih cukup padat.
Jadi apabila sudah mengalami osteoporosis dan baru memulai minum suplemen tinggi kalsium maupun susu tinggi kalsium, hal tersebut tidak akan banyak faedahnya. Selain pada susu, kalsium yang tinggi juga dapat dijumpai pada ikan-ikan kecil seperti ikan teri. Kalsium dari alamiah memang lebih dianjurkan, sementara suplemen kalsium dosis tinggi dapat menimbulkan beberapa masalah seperti terbentuknya batu saluran kemih serta adanya isu peningkatan risiko stroke dan serangan jantung yang menyertai para wanita usia lanjut yang mengkonsumsi suplemen kalsium secara rutin (sesuai laporan research di Auckland, New Zealand baru-baru ini).

Bagaimana mendeteksi OA maupun osteoporosis?

Mendeteksi OA relatif lebih gampang karena penyakit ini akan menimbulkan kekakuan dan nyeri pada sendi-sendi tertentu, terutama sendi-sendi jari, lutut dan tulang punggung. Yang tersering dewasa ini adalah sendi lutut, karena sesuai dengan proses terbentuknya OA pada sendi yaitu sendi lutut lah yang paling sering mendapatkan trauma menahun, terutama pada mereka yang gemuk. Dengan foto roentgen konvensional kita sudah dapat mendiagnosa adanya OA serta derajadnya. Pada foto akan didapatkan adanya penyempitan celah sendi dengan tepinya yang tak rata dan adanya osteofit (bangunan runcing-runcing). Apabila OA sudah tergolong derajat 3 atau 4 (dua derajad akhir), umumnya sendi tak dapat diselamatkan lagi dengan berbagai obat-obatan. Ortoped (dokter tulang) umumnya akan menganjurkan lutut demikian di reparasi seluruhnya dan digantikan dengan bahan metal buatan, suatu operasi yang dikenal sebagai Total Knee Replacement.
Osteoporosis umumnya tak bergejala dan penilaiannya tak cukup dari hasil roentgen konvensional. Perlu suatu alat khusus yang dinamakan bone densitometri untuk dapat menilai kepadatan massa tulang. Dengan demikian tulang Anda dapat dideteksi sebagai tulang dengan massa yang masih baik, osteopenia (mulai menurun kepadatan massanya) atau malah sudah osteoporosis (keropos). Berbeda dengan OA yang ujung-ujungnya berupa tindakan bedah, pada osteoporosis kita masih mengandalkan berbagai obat-obatan, kecuali jika sudah terjadi fraktur patologis. Obat yang menjadi andalan baru untuk mengatasi osteoporosis adalah bisfosfonat. Sebaiknya bagi Anda yang terutama wanita dan berusia 50 tahun ke atas saya anjurkan sekali waktu perlu menilai bone densitometri tulang Anda dan konsultasi kepada ahlinya diperlukan sebelum fraktur patologis terjadi.

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Puisi, Prosa & Drama


Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Puisi


Sebuah karya sastra mengandung unsur intrinsik serta unsur ekstrinsik. Keterikatan yang erat antarunsur tersebut dinamakan struktur pembangun karya sastra.
Unsur intrinsik ialah unsur yang secara langsung membangun cerita dari dalam karya itu sendiri, sedangkan unsur ekstrinsik ialah unsur yang turut membangun cerita dari luar karya sastra.
Unsur intrinsik yang terdapat dalam puisi, prosa, dan drama memiliki perbedaan, sesuai dengan ciri dan hakikat dari ketiga genre tersebut. Namun unsur ekstrinsik pada semua jenis karya sastra memiliki kesamaan.

Unsur intrinsik sebuah puisi terdiri dari tema, amanat, sikap atau nada, perasaan, tipografi, enjambemen, akulirik, rima, citraan, dan gaya bahasa. Unsur ekstrinsik yang banyak mempengaruhi puisi antara lain: unsur biografi, unsur kesejarahan, serta unsur kemasyarakatan.


Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Prosa


Unsur pembangun prosa terdiri dari struktur dalam atau unsur intrinsik serta struktur luar atau unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik prosa terdiri dari tema dan amanat, alur, tokoh, latar, sudut pandang, serta bahasa yang dipergunakan pengarang untuk mengekspresikan gagasannya. Tema prosa fiksi terutama novel dapat terdiri dari tema utama serta beberapa tema bawahan. Pada cerpen yang memiliki pengisahan lebih singkat, biasanya hanya terdapat tema utama. Alur merupakan struktur penceritaan yang dapat bergerak maju (alur maju), mundur (alur mundur), atau gabungan dari kedua alur tersebut (alur campuran). Pergerakan alur dijalankan oleh tokoh cerita. Tokoh yang menjadi pusat cerita dinamakan tokoh sentral. Tokoh adalah pelaku di dalam cerita. Berdasarkan peran tokoh dapat dibagi menjadi tokoh utama, tokoh bawahan, dan tokoh tambahan. Tokoh tercipta berkat adanya penokohan, yaitu cara kerja pengarang untuk menampilkan tokoh cerita. Penokohan dapat dilakukan menggunakan metode (a) analitik, (b) dramatik, dan (c) kontekstual. Tokoh cerita akan menjadi hidup jika ia memiliki watak seperti layaknya manusia. Watak tokoh terdiri dari sifat, sikap, serta kepribadian tokoh. Cara kerja pengarang memberi watak pada tokoh cerita dinamakan penokohan, yang dapat dilakukan melalui dimensi (a) fisik, (b) psikis, dan (c) sosial.
Latar berkaitan erat dengan tokoh dan alur. Latar adalah seluruh keterangan mengenai tempat, waktu, serta suasana yang ada dalam cerita. Latar tempat terdiri dari tempat yang dikenal, tempat tidak dikenal, serta tempat yang hanya ada dalam khayalan. Latar waktu ada yang menunjukkan waktu dengan jelas, namun ada pula yang tidak dapat diketahui secara pasti.
Cara kerja pengarang untuk membangun cerita bukan hanya melalui penokohan dan perwatakan, dapat pula melalui sudut pandang. Sudut pandang adalah cara pengarang untuk menetapkan siapa yang akan mengisahkan ceritanya, yang dapat dipilih dari tokoh atau dari narator. Sudut pandang melalui tokoh cerita terdiri dari (a) sudut pandang akuan, (b) sudut pandang diaan, (c) sudut pandang campuran. Dalam menuangkan cerita menggunakan medium bahasa, pengarang bebas menentukan akan menggunakan bahasa nasional, bahasa daerah, dialek, ataupun bahasa asing.



Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Drama


Karya sastra drama memiliki unsur intrinsik serta unsur ekstrinsik yang diperlukan untuk membangun ceritanya. Unsur intrinsik drama terdiri dari tema, plot, tokoh, dialog, karakter, serta latar. Drama yang merupakan ciptaan kreatif pengarang harus memiliki tema yang kuat, agar tercipta sebuah cerita yang tak lekang oleh waktu. Tanpa adanya konflik, cerita drama akan terasa datar. Konflik terdapat di dalam plot, yang terjadi karena adanya ketegangan antartokoh. Tokoh drama terbagi menurut peran dan fungsinya dalam lakon. Menurut perannya tokoh terdiri dari tokoh utama, tokoh bawahan, serta tokoh tambahan. Di dalam drama fungsi tokoh sangat penting, yaitu sebagai tokoh protagonis, tokoh antagonis, dan tokoh tritagonis. Cakapan merupakan ciri utama drama yang mungkin berupa dialog namun dapat pula berbentuk monolog. Selain itu, ada pula karakter dan latar yang saling berhubungan erat. Latar dalam drama sangat mempengaruhi karakter tokoh.

UNSUR KARYA SASTRA


unsur- unsur yang membangun karya sastra itu sendiri.
  1. Tema: Keadilan di Masyarakat
  2. Alur: Maju (progesif)
  3. Latar

1.      Latar tempat, yaitu latar mengacu pada lokasi terjadinya peristiwa yang diceritakan dalam sebuah karya fiksi. Unsur tempat yang dipergunakan mungkin berupa tempat-tempat dengan nama tertentu serta inisial tertentu.
Pada cerpen, latar tempat ditunjukan pada kutipan cerpen sebagai berikut:
Seorang pengacara muda yang cemerlang mengunjungi ayahnya, seorang pengacara senior yang sangat dihormati oleh para penegak hukum.
Latar tempat yang dimaksud, merupakan kantor pengacara dimana tempat ayahnya seorang pengacara senior.
  1. Latar Sosial, yaitu yang mengacu pada hal-hal yang berhubungan dengan perilaku sosial masyarakat di suatu tempat yang diceritakan dalam karya fiksi. Tata cara kehidupan sosial masyarakat mencakup berbagai masalah dalam lingkup yang cukup kompleks serta dapat berupa kebiasaan hidup, adat istiadat, tradisi, keyakinan, pandangan hidup, cara berpikir dan bersikap. Selain itu latar sosial juga berhubungan dengan status sosial tokoh yang bersangkutan.
  1. Penokohan
Penokohan lebih luas pengertiannya daripada tokoh atau perwatakan, sebab penokohan sekaligus mencakup masalah siapa tokoh cerita, bagaimana perwatakan, dan bagaimana penempatan dan pelukisannya dalam sebuah cerita sehingga sanggup memberikan gambaran yang jelas kepada pembaca. Penokohan sekaligus menunjuk pada teknik perwujudan dan pengembangan tokoh dalam sebuah cerita
  1. Pengacara Muda (anak): merupakan seorang pemuda yang kritis, tekun, bersemangat cerdas dan profesional terhadap pekerjaannya sebagi seorang pengacara. Hal tersebut berdasarkan kutipan dibawah ini:
“Aku tidak datang untuk menentang atau memuji Anda. Anda dengan seluruh sejarah Anda memang terlalu besar untuk dibicarakan. Meskipun bukan bebas dari kritik. Aku punya sederetan koreksi terhadap kebijakan-kebijakan yang sudah Anda lakukan. Dan aku terlalu kecil untuk menentang bahkan juga terlalu tak pantas untuk memujimu. Anda sudah tidak memerlukan cercaan atau pujian lagi. Karena kau bukan hanya penegak keadilan yang bersih, kau yang selalu berhasil dan sempurna, tetapi kau juga adalah keadilan itu sendiri”
Dari kutipan diatas menunjukkan bahwa pengacara muda tersebut cerdas, dan berpikir kritis. Ia mencermati keadaan dan situasi, seorang pengacara muda yang bersikap adil dan profesional pada pekerjaannya sebagai pengacara.
  1. Pengacara Senior (ayah): tua, lemah dan sakit. Memiliki bijaksana, penyayang, rendah hati. Hal tersebut berdasarkan kutipan:
“Aku kira tak ada yang perlu dibahas lagi. Sudah jelas. Lebih baik kamu pulang sekarang. Biarkan aku bertemu dengan putraku, sebab aku sudah sangat rindu kepada dia.”
Pengacara muda itu jadi amat terharu. Ia berdiri hendak memeluk ayahnya. Tetapi orang tua itu mengangkat tangan dan memperingatkan dengan suara yang serak. Nampaknya sudah lelah dan kesakitan.
Dari kutipan diatas, karakter tokoh ayah yang menyayangi dan merindukan putranya. Pengacara senior sudah tampak lemah dan tua.
  1. Sekretaris, perhatian, baik, cantik jelita. Hal tersebut berdasarkan kutipan dibawah ini:
Sekretarisnya yang jelita, kemudian menyelimuti tubuhnya. Setelah itu wanita itu menoleh kepada pengacara muda.
“Maaf, saya kira pertemuan harus diakhiri di sini, Pak. Beliau perlu banyak beristirahat. Selamat malam.”
Dikemukakan, bahwa sekretaris yang cantik dan dan perhatian. Ia mengatakan bahwa pengacara senior hendak beristirahat,
  1. Sudut Pandang
Sudut pandang (point of view) merupakan strategi, teknik, siasat, yang secara sengaja dipilih pengarang untuk mengemukakan gagasan dan ceritanya. Segala sesuatu yang dikemukakan dalam karya fiksi memang milik pengarang, pandangan hidup, dan tafsirannya terhadap kehidupan. Namun kesemuanya itu dalam karya fiksi disalurkan lewat sudut pandang tokoh, lewat kacamata tokoh cerita. Sudut pandang adalah cara memandang tokoh-tokoh cerita dengan menempatkan dirinya pada posisi tertentu. Sudut pandang yang terdapat dalam cerpen Peradilan Rakyat adalah Sudut pandang orang ketiga yaitu sudut pandang  yang biasanya pengarang menggunakan tokoh “ia”, atau “dia”. Atau bisa juga dengan menyebut nama tokohnya; Contohnya pada kutipan dibawah ini
Pengacara tua yang bercambang dan jenggot memutih itu, tidak terkejut. Ia menatap putranya dari kursi rodanya, lalu menjawab dengan suara yang tenang dan agung,
…. Pengacara muda diam beberapa lama untuk merumuskan diri. Lalu ia meneruskan ucapannya dengan lebih tenang
Berdasarkan pada kutipan diatas, diketahui penggunaan tokoh “ia” dan subjek lain dengan kata ganti pengacara muda.
  1. Gaya Bahasa
Bahasa dalam cerpen memilki peran ganda, bahasa tidak hanya berfungsi sebagai penyampai gagasan pengarang. Namun juga sebagai penyampai perasaannya. Beberapa cara yang ditempuh oleh pengarang dalam memberdayakan bahasa cerpen ialah dengan menggunakan perbandingan, menghidupkan benda mati, melukiskan sesuatu dengan tidak sewajarnya, dan sebagainya. Melebih-lebihkan kata sehingga menampilkan unsur-unsur sasta yang indah dan menarik. Itulah sebabnya, terkadang dalam karya sastra sering dijumpai kalimat-kalimat khas. Menurut Sumadiria (2006 :147—160) mengemukakan macam-macam gaya bahasa adalah sebagai berikut.
  1. Gaya Bahasa Perbandingan
    1. Gaya bahas perumpamaan, contohnya: penjahat itu licin seperti belut; rakus seperti monyet;seperti kucing dan anjing; seperti singa yang lapar; bagai air dengan minyak.
Pada cepen gaya bahasa perumpamaan adalah sebagai berikut:
  • Mereka menyebutku Singa Lapar.
  • Jangan membunuh diri dengan deskripsi-deskripsi yang menjebak kamu ke dalam doktrin-doktrin beku, mengalir sajalah sewajarnya bagaikan mata air, bagai suara alam
  • Keadilan tak boleh menjadi sebuah taeter, tetapi mutlak hanya pencari keadilan yang kalau perlu dingin dan beku.
  1. Metafora, contohnya; anak emas, buah bibir, buah tangan, mata keranjang, jinak-jinak merpati, air mata buaya dsb.
Pada cerpen metafora, adalah sebagai berikut:
  • Dengan gemilang dan mudah ia mempencundangi negara dipengadilan dan memerdekaan kembali raja penjahat itu.
  1. Depersonikfikasi, gaya bahasa yang mengandaikan manusia atau segala hal yang hidup, bernyawa, sebagai benda-benda mati yang kaku dan beku. Pada cerpen contohnya adalah sebagai berikut:
  • Rakyat pun marah. Mereka terbakar dan mengalir bagai lava panas ke jalanan, menyerbu dengan yel-yel dan poster-poster raksasa.
  1. Personifikasi, gaya bahasa perbandingan yang mengandaikan benda-benda mati, termasuk gagasan atau konsep-konsep yang abstrak, berperilaku seperti manusia yang menggerakan seluruh tubuhnya. Pada cerpen gaya bahasa personifikasi adalah sebagai berikut:
  • Sementara sekretaris jelitanya membacakan berita-berita keganasan yang merebak diseluruh wilayah negara dengan suaranya yang empuk, air mata menetes di pipi pengacara besar itu.

  1. Gaya Bahasa Pertentangan
    1. Hiperbola, gaya bahasa yang pernyataan yang melebih-lebihkan jumlahnya ukurannya, atau sifatnya dengan maksud memberikan penekanan pada suatu pertanyataan atau situasi untuk memperhebat, meningkatkan kesan dan pengaruhnya.
Pada cerpen contoh gaya bahasa hiperbola adalah sebagai berikut:
  • Tetapi kamu sebagai ujung tombak pencarian keadilan di negeri yang sedang, dicabik-cabik korupsi ini.
  • Namun yang lebih buas dan keji ketika memperoleh kesempatan menginjak-injak keadilan dan kebenaran yang dulu diberhalakannya.
  • Jangan membunuh diri dengan deskripsi-deskripsi yang menjebak kamu ke dalam doktrin-doktrin beku, mengalir sajalah sewajarnya bagaikan mata air, bagai suara alam
  • Tapi aku tolak mentah-mentah.
  • Keadilan tak boleh menjadi sebuah taeter, tetapi mutlak hanya pencari keadilan yang kalau perlu dingin dan beku.
  • Yang tua memicingkan mata dan mulai menembak lagi.
  • Juga bukan ingin memburu publikasi dan bintang-bintang penghargaan dari organisasi kemanusian di mancanegara yang benci negaramu, bukan?
  • Entah luluh oleh senyum dibibir wanita yang memiliki mata yang sangat indah itu.
  • membebaskan bajingan yang ditakuti oleh seluruh rakyat dinegeri ini untuk terbang lepas kembali seperti burung diudara.
  • Ia merayakan kemenangan dengan pesta kembang semalam suntuk, lalu meloncat ke mancanegara, tak mungkin dijamah lagi.
  • Rakyat terus mengaum dan hendak menggulingkan pemerintahan yang sah.
  • Penjahat besar yang akan terbebaskan akan menyulut peradilan rakyat.

2. Gaya bahasa Sinisme, merupakan gaya bahasa berupa sindiran yang berbentuk kesangsian yang mengandung ejekan terhadap keikhlasan dan ketulusan hati. Pada cerpen adalah sebagai berikut:
  • Tidak seperti pengacara sekarang yang kebanyakan berdagang.
Maksudnya, saat ini banyak pengacara yang bekerja dengan tidak profesional. Menjual kejujuran demi kepentingan pribadi atau kelompok.


Virus Tipe IV = RNA Utas Tunggal (+)
Virus Tipe V = RNA Utas Tunggal (-)
Virus Tipe VI = RNA Utas Tunggal (+) dengan DNA perantara
Virus Tipe VII = DNA Utas Ganda dengan RNA perantara

Contoh-contoh virus

Virus RNA

Virus RNA merupakan virus yang memiliki materi genetik berupa RNA, kelompok yang tergolong dalam kelompok ini adalah virus kelas III, IV, V, dan VI. Beberapa contoh familia virus yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah Retroviridae, Picornaviridae, Orthomixoviridae, dan Arbovirus.[25]
Retroviridae
Retroviridae merupakan virus berbentuk ikosahedral. Virus ini memiliki genom RNA berjumlah dua buah yang keduanya identik dan memiliki polaritas positif yang nantinya akan diekspresikan menjadi enzim polimerase yang unik yaitu reverse traskriptase yang berguna untuk mengubah RNA menjadi DNA.[25][26]DNA yang dihasilkan nantinya akan berintegrasi ke dalam DNA sel inang sebagai provirus.[25] Virus ini termasuk ke dalam virus yang ganas, dapat menyebabkan penekanan sistem kekebalan tubuh dan juga tumor.[25] Sifatnya yang ganas tersebut disebabkan salah satunya karena virus ini mudah mengalami mutasi.[25]
Salah satu genus dari famili ini yang paling terkenal adalah genus Lentivirus, yang contoh spesiesnya adalah HIV 1 dan 2.[25]
Picornaviridae
Picornaviridae merupakan berukuran kecil. Virus ini memiliki genom RNA dengan polaritas positif sehingga termasuk virus kelas IV dalam klasifikasi Baltimore.[27] Virus dalam famili ini mampu menyebabkan banyak penyakit pada manusia, di antaranya adalah penyakit polio yang disebabkan oleh Poliovirus dan flu ringan yang disebabkan oleh Rhinovirus.[27]
Orthomixoviridae
Orthomoxoviridae merupakan virus yang memiliki selubung dengan materi genetik RNA bersegmen berpolaritas negatif sehingga virus ini termasuk dalam kelas V dalam klasifikasi Baltimore.[28] Ciri khan dari virus ini adalah virus ini memiliki protein permukaan yang merupakan antigen utama yaitu Hemmaglutinin (HA) dan Neuraminidase (NA).[28] Hemmaglutinin merupakan bagian virus yang menempel pada sel target oleh sebab itu antibodi terhadap hemmaglutinin dapat melindung dari infeksi virus.[28] Neuraminidase berperan untuk melepaskan virion dari sel oleh sebab itu antibodi terhadap NA dapat menekan tingkat keparahan infeksi virus.[28]
Virus ini di klasifikasikan menjadi empat kelompok yaitu :
  1. Influenza tipe A
    Influenza tipe A merupakan virus yang menginfeksi berbagai spesies baik manusia, burung (burung liar, ternak, domestik), babi, kuda, anjing, dan mamalia air(anjing laut dan paus).[28] Virus influenza tipe A dapat mengalami antigenic drift dan antigenic shift. [28]
    Antigenic drift adalah terjadinya mutasi pada gen yang menyandikan protein Hemmaglutinin. Hal tersebut menyebabkan antibodi yang ada tidak dapat mengenalinya lagi. Kejadian tersebut menyebabkan terjadinya endemik musiman.[28]
    Antigenic shift adalah munculnya subtipe barus virus influenza yang disebabkan karena penggabunggan genetik antara manusia dengan virus hewan atau dengan transmisi langsung dari hewan unggas ke manusia. karena tidak ada atau sedikitnya imunitas terhada virus baru, maka pandemik dapat terjadi.[28]
  2. Influenza tipe B
  3. Influenza tipe C
  4. Tick-Borne Influenza
    virus ini merupakan virus yang berasal dari kutu.[28]
Arboviruses
Arbovirus merupakan singkatan dari ARthropoda-BOrne virus yaitu virus yang berasal dari kelompok Arthropoda.[29] Arbovirus dibagi menjadi empat famili yaitu :
  1. Togaviridae
    contoh virus yang termasuk dalam kelompok ini adalah Rubellavirus.[29]
  2. Flaviviridae
    contoh virus yang termasuk dalam kelompok ini adalah Hepatitis C virus dan Denguevirus yang penyebabkan penyakit demam berdarah dengue.]
  3. Bunyaviridae
    contoh virus yang termasuk dalam kelompok ini adalah California encephalitis virus (CE) yang menyebabkan penyakit encephalitis pada manusia.
  4. Reoviridae
    contoh virus yang termasuk dalam kelompok ini adalah reovirus yang menyebabkan Colorado tick fever dan Rotavirus yang menyebabkan diare epidemik pada anak-anak.[29]

Example Procedure text



How to Make Fried Rice
MATERIALS
White Rice that's previously been cooked and refrigerated
Two Carrots
1/2 an Onion
Celery
3 Eggs
Beef Bullion
Black Pepper
Garlic Powder
Ground Ginger
Soy Sauce
Butter
Vegetable Oil
Shrimp,Chicken,and/or pork/tofu(optional)

STEPS
1. Put about 6 cups of rice into your rice cooker. Let it steam until it is ready.
2. Wash the vegetables. Then, dice the carrots and onions into small pieces. Set them aside for the next step.
3. Add oil and heat up the pan to 100 degrees.
4.Toss the vegetables into the pan for about 3 minutes. Then toss in the carrots and onions for 3 minutes with the vegetables. Add the 1 teaspoon of salt into the pan.
5. Boil the chicken or shrimp with the rest of the ingredients (optional).
6. Put a bit more oil into the frying pan.
7. Toss the rice in carefully.
8. Add an egg and scramble with the other ingredients. Add approximately 2 to 3 tablespoons of soy sauce while frying.
9. Put fried rice on a dish and it's ready to serve!
English Course